Tangkapan layar memperlihatkan suasana sidang Banmus DPRD Alor secara virtual
Kalabahi, Warta Alor | Kisruh di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Alor bakal panjang. Sebab, hingga saat ini belum terlihat ada ‘kesejukan’ diantara sesama wakil rakyat dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai amanat undang-undang. Saling lapor melapor hingga beberapa hari lalu, sebuah video viral di media sosial yang mempertontonkan kepada publik seorang anggota DPRD Alor melakukan protes keras terhadap pimpinan sidang.
Kekinian, operator Setwan atas nama Steven Aplonius Haiain mendadak dimutasi oleh Bupati Alor Drs. Amon Djobo ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Alor. Steven adalah teknisi di Setwan yang dipercayakan untuk mengurusi sejumlah data penting terkait kerja-kerja di DPRD.
Mutasi mendadak ini membuat sejumlah agenda sidang jadi lumpuh sehingga membuat Ketua DPRD Alor Enny Anggrek, SH geram. Ia lalu turun tangan langsung sebagai tenaga operator sekaligus memimpin sidang. “Saya sebagai Ketua DPRD memimpin sidang sekaligus sebagai Tenaga Teknik Operator untuk Sidang Banmus dan berjalan lancar. Dari 13 anggota yang hadir 11 anggota dalam vicon untuk memutuskan kinerja DPRD bulan Februari 2021, Puji Tuhan semua sukses, Amin,” tulis Ketua DPRD Alor Enny Anggrek via WhatsApp yang diterima wartawan, Kamis, (28/1/21) malam.
Enny Anggrek menandaskan, dengan pertimbangan kesehatan dalam situasi Pandemi Covid-19 maka rapat-rapat DPRD pun mulai dilakukan secara virtual. Dalam kondisi ini tentu dibutuhkan tenaga Setwan yang mampu mengoperasionalkan peralatan pendukung seperti Steven yang punya bidang tugas selama ini.
