KALABAHI, WARTAALOR.COM – Pemerintah Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Hingga Oktober 2026, realisasi PAD Kabupaten Alor baru mencapai 67,50 persen dari target sebesar Rp65,036 miliar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah meminta 18 organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tanggung jawab mengelola PAD agar bekerja lebih maksimal dalam menggali dan mengoptimalkan berbagai potensi sumber pendapatan daerah.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam rapat evaluasi perkembangan PAD dan realisasi belanja APBD Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Alor, Selasa (20/10/2026).
Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor, Melkisedek Beli, S.Sos., M.Si., dan dihadiri jajaran perangkat daerah terkait.
Dalam rapat itu, pemerintah daerah mengevaluasi perkembangan penerimaan pendapatan, tingkat penyerapan belanja, serta berbagai kendala yang dihadapi OPD dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintahan sepanjang tahun anggaran 2026.
Melkisedek menjelaskan, dari target PAD Kabupaten Alor sebesar Rp65,036 miliar, realisasi penerimaan hingga periode pelaporan Oktober 2026 telah mencapai sekitar Rp43,899 miliar atau 67,50 persen.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar Rp21,137 miliar yang harus diupayakan pemerintah daerah untuk memenuhi target PAD sebagaimana telah ditetapkan dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
