Inflasi Masih Aman, Optimisme Ekonomi Kini Diikuti Perlindungan Daya Beli

Oleh: Jayanti Lukito)*

Stabilitas harga merupakan salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi karena menentukan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika harga pangan, transportasi, dan kebutuhan pokok bergerak terkendali, rumah tangga memiliki ruang lebih besar untuk mengatur pengeluaran, sementara dunia usaha dapat menjalankan kegiatan dengan perencanaan yang lebih pasti.

Kondisi inflasi nasional yang masih berada dalam sasaran pemerintah patut menjadi modal untuk menjaga optimisme ekonomi. Meski demikian, angka inflasi yang terkendali perlu dibaca secara cermat karena tekanan harga pada komoditas tertentu dapat dirasakan berbeda oleh setiap kelompok masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan inflasi Oktober 2026 sebesar 3,23 persen secara tahunan masih berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Pemerintah menilai kondisi tersebut masih terkendali, sembari mempertimbangkan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas turut meningkatkan pendapatan petani.

Hal itu menunjukkan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Harga yang terlalu rendah dapat mengurangi insentif produksi dan menekan pendapatan petani, sedangkan kenaikan yang berlebihan akan mengurangi kemampuan masyarakat membeli kebutuhan pokok.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah instrumen untuk menjaga daya beli, antara lain bantuan pangan berupa beras 30 kilogram per keluarga, bantuan sosial sekitar Rp30 triliun, serta stimulus konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru. Kebijakan tersebut perlu diarahkan secara tepat sasaran agar dukungan fiskal benar-benar menjangkau rumah tangga yang paling membutuhkan dan memberi dampak terhadap ketahanan konsumsi.

Pos terkait