Oleh: Roslina Kadepa )*
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat Papua di tengah berlangsungnya operasi pemberantasan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Di bawah koordinasi TNI dan Polri, langkah ini dilakukan dengan tetap mengutamakan prinsip hak asasi manusia serta menjaga keamanan masyarakat sipil dari ancaman kelompok bersenjata. Berbagai tuduhan terhadap aparat keamanan yang beredar, termasuk klaim penggunaan tempat ibadah sebagai pos militer, telah dibantah keras oleh pihak terkait.
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz, yang dipimpin oleh Kombes Pol Yusuf Sutejo sebagai Kepala Satgas Hubungan Masyarakat, dengan tegas membantah tuduhan bahwa Gereja Efesus GIDI di Distrik Oksop dijadikan markas militer atau gudang logistik perang. Tuduhan tersebut dinilai sebagai upaya provokasi yang bertujuan memicu kegaduhan di Papua.
Yusuf melaporkan bahwa situasi di Distrik Oksop saat ini telah kondusif, dengan masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari secara aman. Aparat TNI-Polri hadir di wilayah tersebut untuk menjaga kedamaian serta memastikan keamanan masyarakat tetap terjamin.
Pemerintah menyadari bahwa narasi provokatif yang beredar, termasuk melalui saluran informasi yang tidak dapat diverifikasi, berpotensi menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Satgas Operasi Damai Cartenz meminta masyarakat Papua untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu negatif yang tidak memiliki dasar fakta. Sebaliknya, warga diminta mengonfirmasi setiap informasi kepada pihak berwenang atau melalui jalur resmi yang tersedia.
