KALABAHI, WARTAALOR.COM — Tim Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) pada Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai melakukan pemeriksaan terhadap empat pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor terkait dugaan permintaan sejumlah uang kepada seorang kontraktor asal Kupang berinisial OM dengan iming-iming mendapatkan paket pekerjaan proyek.
Pemeriksaan internal tersebut dilakukan setelah persoalan itu menjadi perhatian publik dan sebelumnya juga mendapat penanganan awal dari aparat penegak hukum.
Inspektur Irda Kabupaten Alor, Romelus Djobo, S.E., saat ditemui wartawan di Kantor Irda Alor, Kamis (24/9/2026), membenarkan bahwa Tim APIP telah mulai memanggil dan memeriksa empat pejabat yang namanya dikaitkan dengan persoalan tersebut.
Menurut Romelus, pemeriksaan itu dilakukan berdasarkan arahan Bupati Alor yang disampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor, Melkisedek Beli, S.Sos., M.Si.
“Kami sudah mulai periksa empat pejabat yang diduga terima uang dari kontraktor OM. Hasil pemeriksaan nanti kami sampaikan kepada Bupati Alor untuk ditindaklanjuti,” ujar Romelus.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah untuk mendapatkan informasi dan fakta yang lebih jelas terkait persoalan yang telah berkembang di ruang publik.
“Karena persoalan ini sudah viral, ya kami harus tindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Empat pejabat yang disebut dalam proses pemeriksaan tersebut masing-masing Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Alor, Yoan Djahari; seorang pejabat pada Bagian Hukum Setda Alor; Beny yang disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); serta Yusuf Laa yang disebut sebagai pejabat pengadaan.
Nama-nama tersebut sebelumnya muncul dalam pemberitaan dan informasi yang mengaitkan mereka dengan dugaan permintaan uang kepada kontraktor OM.
Namun, dugaan tersebut hingga kini masih berada dalam tahap pemeriksaan dan pendalaman. Belum terdapat kesimpulan resmi dari Irda yang menyatakan bahwa keempat pejabat tersebut terbukti menerima uang atau melakukan pelanggaran sebagaimana tuduhan yang beredar.
Karena itu, hasil pemeriksaan APIP nantinya menjadi bagian penting untuk mengetahui fakta dan kronologi sebenarnya berdasarkan keterangan para pihak serta dokumen atau bukti yang dapat diperoleh.
Romelus mengatakan, Irda akan menyampaikan hasil pemeriksaan kepada Bupati Alor setelah seluruh proses pemeriksaan dan pendalaman dilakukan.
Selain memeriksa empat pejabat, Irda Kabupaten Alor juga telah berupaya meminta keterangan langsung dari kontraktor OM yang berdomisili di Kupang.
Romelus mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat panggilan kepada OM sebanyak dua kali. Namun hingga pemeriksaan terhadap empat pejabat dilakukan, OM belum memenuhi panggilan tersebut.
