Tingkatkan Kapasitas SDM Pendidikan, Yapenkris Pingdoling Alor Gelar Pelatihan bagi Kepala Sekolah dan Guru

“Sekolah-sekolah GMIT di desa ini rata-rata melayani orang-orang susah. Karena itu, tantangan kita adalah kesejahteraan guru. Kita berdoa tahun 2028 mulai masuk pada ekosistem sentralisasi gaji guru. Tugas kita adalah mandiri, supaya guru-guru kita hadir dengan makna panggilan yang kuat dan kesejahteraan yang layak,” ujar Pdt. Semuel.

Ia berharap seluruh pendidik tetap menjaga semangat pelayanan, meningkatkan kompetensi, serta menjadikan profesi guru sebagai panggilan iman dalam membangun generasi yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing.

Dukungan terhadap penguatan pendidikan Kristen juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Alor. Staf Ahli Bupati Alor Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yustus B. Dopong Abora, menyatakan bahwa pelatihan yang diselenggarakan Yapenkris Pingdoling merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung visi pemerintah daerah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.

Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebaliknya, tantangan tersebut harus dijadikan motivasi untuk terus melakukan inovasi dan memperkuat kompetensi para tenaga pendidik.

Selain penguatan komitmen pelayanan dan kepemimpinan, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengembangan kurikulum berbasis deep learning. Dalam pemaparannya bertajuk “Desain dan Implementasi Kurikulum Pendidikan Kristen GMIT”, Dr. Johana Manubey menjelaskan bahwa kurikulum tersebut dirancang untuk memperkuat identitas sekolah-sekolah GMIT sekaligus menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Pos terkait