“Penetapan tersangka tersebut setelah pihak Polres Alor yakni Satuan Reskrim Polres Alor melakukan gelar penetapan tersangka yang bertempat di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Alor IPTU Jems Yames Mbau, S.Sos. Dimana dalam gelar penetapan tersangka tersebut dihadiri Kasiwas Polres Alor AKP Sahlul Tamolung, S.H., Subaghukum Aipda Budi Yasen Puling, S.E., Kasi Propam IPTU I Gusti Arya Putra, Kanit Tipikor IPDA Ibrahim F. Usman, dan Pers Satreskrim yang di pimpin langsung Kasat Reskrim Polres Alor,” demikian Release Humas Polres Alor.
Untuk diketahui kasus dugaan penganiayaan ini terjadi pada tanggal 4 Januari 2023 saat korban EA mengikuti Rapat Paripurna di ruang Rapat DPRD Kabupaten Alor. Ketika itu, diduga EA mengambil sebuah map secara paksa. Sehingga SS memukul korban dengan menggunakan tangan sebanyak 1 kali di tangan kiri korban yang mengakibatkan korban mengalami bengkak dan membiru pada tangan. Atas kejadian tersebut korban pun datang ke Pos Pelayanan Polres Alor untuk melaporkan kejadian tersebut guna di proses sesuai hukum yang berlaku.
