Oknum Polisi di Alor Diduga Aniaya Warga, Korban Mulut Keluar Darah Hingga Masuk Rumah Sakit

Amrullah S. Kasim, warga Desa Pulau Buaya yang juga korban penganiayaan oknum polisi di Polsek Abal.

“Di perut itu dia tumbuk pas di ulu hati jadi saya punya mulut langsung keluar darah. Korban yang lain juga dia pukul semua tapi dong tidak apa-apa. Dia pukul habis baru kasih masuk kami 7 orang di dalam sel. Jadi waktu didalam sel itu saya sudah setengah mati, saya lemah sekali jadi dong antar saya ke Puskesmas Kokar terus infus,” kisah Amrullah yang didampingi bapaknya, Sudin M. Kasim.

Menurut Amrullah, Polisi S aniaya dirinya dan korban lainnya disaksikan Kapolsek Abal dan Kepala Desa Pulau Buaya Kasim Anwar.

“Waktu Polisi S (orang biasa panggil Pak Sariat) pukul bermain kami 7 orang itu Pak Kapolsek dengan bapa desa juga ada. Dong ada duduk lihat,” ungkap Amrullah yang sudah berkeluarga itu sembari mengaku dirinya sudah dua kali dianiaya oknum polisi S.

Menurut Amrullah, motif Polisi S pukul para korban itu berdasarkan laporan Kepala Desa Pulau Buaya Kasim Anwar, yang menuding para korban membuat keributan di pesta nikah seorang warga di Pulau Buaya tanggal 22 Oktober lalu. Namun menurut Amrullah, laporan Kepala Desa Kasim Anwar itu salah orang.

“Orang lain yang ribut kami yang dilaporkan dan kena pukul. Saya ini sudah berkeluarga, punya istri anak. Jadi waktu saya masuk rumah sakit itu saya hanya pesan tolong jaga saya punya istri anak baik-baik,” ujar Amrullah sembari meminta kasus ini diproses hingga tuntas.

Pos terkait