Negosiasi bupati dan warga tersebut menjadi tontonan ratusan warga pengguna jalan yang melintasi jalur itu.
Nampak blokade tersebut juga membuat aktivitas lalu lintas Kalabahi-Moru sempat macet beberapa saat, namun negosiasi Bupati Amon Djobo akhirnya membuat warga kembali membuka blokade jalan.
Aktivis Apresiasi Sikap Bupati Alor
Sementara itu, salah seorang aktivis senior Alor, Lomboan Djahamou mengapresiasi sikap bupati yang meminta maaf kepada warganya akibat penanganan bencana di wilayah itu lambat.
Lomboan mengatakan, sikap Bupati Alor Amon Djobo tersebut menjadi pelajaran kepada para pemimpin siapapun di daerah ini untuk dicontohi.
“Saya terkejut mendengar permintaan maaf dari kakak saya Amon Djobo kepada masyarakatnya. Ini sikap yang jarang kita temui dalam diri para pemimpin lain di Indonesia. Inilah sikap pemimpin yang ideal di masa sekarang. Saya kira ini contoh yang baik untuk kita tiru dan ambil hikmahnya dari semua ini,” katanya.
Lomboan juga memuji sikap Orang Nomor Satu di Nusa Kenari itu yang terjun langsung ke masyarakat memantau situasi bencana. Ia katakan, sikap respek bupati melayani masyarakat tersebut harus menjadi standar bagi kita untuk memilih pemimpin di Pilkada tahun 2024.
“Kakak bupati ini luar biasa. Hari-hari dia ada di lapangan, tidur, bangun, makan, minum dengan masyarakat, bahkan beliau menjadi tempat curahan hati masyarakat. Ini sikap pemimpin yang tahu betul kultur budaya masyarakatnya. Sebagai generasi muda kita harus contohi beliau meskipun di hal-hal lain kita berbeda pendapat soal sikap Pak Bupati, itu biasa,” ujar Lomboan yang saat ini sudah jadi Advokat.
“Saya harap ke depan siapapun mau menjadi pemimpin di Alor harus merakyat seperti kakak saya Amon Djobo,” ungkap Lomboan yang disebut-sebut bakal didukung Bupati Amon Djobo untuk bertarung di Pileg 2024 dapil I Teluk Mutiara dan Kabola. ***(joka)
