Polisi Musnahkan Ikan Hasil Bom di Pulau Buaya, Dua Pelaku Diancam 6 Tahun Penjara

Sat Polair Polres Alor saat melakukan penggeledahan terhadap terduga pelaku pengeboman ikan di Desa Pulau Buaya Kecamatan Alor Barat Laut. FOTO: ISTIMEWA

KALABAHI, WARTAALOR.com – Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas, S.I.K menggelar Press Release terkait kasus pengeboman ikan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bara Dhaksa Polres Alor, Selasa, 7 Juli 2021 pagi. Kapolres Alor didampingi Kasat Polair Iptu Kasman Sara dan KBO Reskrim Ipda I Gede Eka.

Kesempatan itu Kapolres Alor Agustinus Christmas menuturkan bahwa kasus tersebut bermula pada hari hari Jumat tanggal 25 Juni 2021 sekira pukul 04.30 Wita. Ketika itu, kata Kapolres, Aipda Richardus Nyomeo bersama Bripka Salema Lewaimang dan Bripka Hasyim R. Enga sementara bergerak dari Baranusa Kecamatan Pantar Barat guna melakukan Patroli menuju perairan Kabir Kecamatan Pantar dan Tanjung Muna. Mereka tiba sekira Pukul 04.15 Wita. Setelah itu Aipda Richardus Nyomeo bersama Bripka Salema Lewaimang dan Bripka Hasyim R. Enga melakukan Patroli lagi menuju perairan Pulau Buaya.

Namun, lanjut Kapolres, dalam perjalanan, sekira Pukul 05.30 Wita Aipda Richardus Nyomeo bersama Bripka Salema Lewaimang dan Bripka Hasyim R. Enga mendengar bunyi suara dentuman atau ledakan yang di duga bahwa itu adalah bunyi bom ikan. Bunyi ledakan itu terdengar sebanyak 1 kali.

“Saat itu anggota Sat Polair melihat ada sekitar 6 perahu motor yang sedang berada saling berdekatan di perairan Pulau Buaya Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL) dengan jarak sekitar 150 meter. Sehingga anggota Polair menghentikan laju speed boad dan maju perlahan-lahan hingga jarak sekitar 80 meter dan mematikan mesin kapal untuk mengamati apa yang sedang mereka lakukan,” ungkapnya.

Jelang beberapa saat kemudian, lanjut Christmas, anggota Polair melihat para nelayan tersebut melompat ke laut yang mana di duga bahwa mereka akan mengumpulkan ikan hasil pengeboman. Sehingga anggota Polair langsung menghidupkan mesin kapal dan menuju ke arah para nelayan.

Pos terkait