“Pengurangan pasokan saat ini belum mencapai 10 persen. Karena itu, pemerintah tetap menjalankan kebijakan dengan memperhatikan isi kontrak dan kesepakatan yang berlaku,” tegasnya.
Di sisi lain, ekonom Dipo Satria Ramli menilai kebutuhan energi domestik harus menjadi perhatian, terutama setelah muncul laporan pemadaman listrik di Batam dan sejumlah daerah Kepulauan Riau yang berlangsung lebih dari 24 jam dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, pengurangan ekspor dalam jumlah terbatas diperkirakan tidak menimbulkan gangguan besar terhadap pasokan energi Singapura. Walaupun berpotensi menekan penerimaan devisa, dampaknya perlu dibandingkan dengan kerugian ekonomi akibat pemadaman listrik berkepanjangan.
Pemerintah diharapkan mampu menjaga komitmen perdagangan sekaligus mengutamakan kepentingan nasional. Optimalisasi gas domestik diharapkan memperkuat keandalan listrik, mendukung produktivitas industri, dan meningkatkan ketahanan energi Indonesia.