Oleh: Wiratama Putra )*
Indonesia menghadapi risiko bencana geologi yang dapat mengancam keselamatan masyarakat sewaktu-waktu, mulai dari erupsi gunung api, gempa bumi, tsunami, hingga gerakan tanah. Ancaman tersebut dapat berkembang dengan cepat, sementara dampaknya sangat ditentukan oleh kesiapan masyarakat dalam mengenali bahaya dan mengambil langkah antisipasi.
Dalam situasi seperti ini, kecepatan memperoleh informasi yang akurat menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian. Karena itu, kehadiran negara tidak cukup hanya melalui penanganan setelah bencana terjadi, tetapi juga harus diwujudkan melalui sistem pemantauan dan peringatan dini yang membantu masyarakat bersiap sebelum ancaman berkembang menjadi bencana.
Salah satu upaya memperkuat perlindungan tersebut diwujudkan melalui pembaruan MAGMA Indonesia yang dikembangkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Versi terbaru aplikasi ini diluncurkan di Kantor Kementerian ESDM, dengan mengintegrasikan berbagai informasi kebencanaan geologi dalam satu layanan digital. Pembaruan tersebut memperluas akses masyarakat terhadap informasi sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman di lingkungan sekitar.
Salah satu fitur unggulan MAGMA Indonesia adalah Geohazard Location Awareness yang memungkinkan pengguna mengetahui posisi mereka terhadap kawasan berpotensi bahaya geologi. Fitur ini membantu masyarakat mengenali ancaman di sekitar lokasi sehingga dapat mempertimbangkan langkah antisipasi yang sesuai. Aplikasi tersebut juga menyediakan informasi aktivitas gunung api, riwayat kejadian kebencanaan, pemantauan melalui kamera pengawas atau CCTV, serta tampilan seismogram yang lebih stabil.