Jakarta, — Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan ketahanan perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Inflasi September berada dalam sasaran, neraca perdagangan mencatat surplus, sementara aktivitas manufaktur kembali memasuki zona ekspansi.
“Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Terjaganya inflasi, kembali ekspansifnya sektor manufaktur, dan tetap tumbuhnya ekspor menunjukkan bahwa fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran nasional 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melandai menjadi 2,84 persen, menunjukkan tekanan harga relatif terkendali meski pemerintah tetap mewaspadai kelompok pangan yang dipengaruhi cuaca dan produksi.
“Terjaganya inflasi dalam rentang sasaran mencerminkan efektivitas sinergi kebijakan Pemerintah Pusat, Bank Indonesia, dan Pemerintah Daerah,” kata Airlangga.