KALABAHI, WARTAALOR.COM — Pengembangan potensi lokal melalui ekonomi kreatif dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Hal tersebut disampaikan Joni Tulimau saat menghadiri perayaan HUT ke-56 Gereja Bethel Indonesia (GBI) tingkat wilayah Alor yang dirangkaikan dengan seminar di GBI Batunirwala, Jumat (2/10/2026).
Joni Tulimau yang juga Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Alor hadir mewakili Bunda Julie Sutrisno Laiskodat sekaligus menjadi salah satu pemateri dalam seminar dengan tema “Ekonomi Kreatif”. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya mengembangkan potensi sumber daya lokal melalui kreativitas, inovasi, pengolahan, serta pemasaran yang lebih modern.
Menurutnya, Kabupaten Alor memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Potensi tersebut antara lain hasil pertanian, perkebunan, perikanan, tenun, kayu, bambu, serta berbagai produk kerajinan dan kuliner lokal.
Ia menilai, potensi tersebut tidak seharusnya hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan dukungan kreativitas, teknologi, pengemasan dan pemasaran yang baik, produk lokal dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus mampu menembus pasar yang lebih luas.
