Mengapresiasi Pendekatan Deradikalisasi Pemerintah Bubarkan Jamaah Islamiyah

Oleh : Farrel Haroon Jabar )*

Pemerintah berhasil membubarkan kelompok radikal Jamaah Islamiyah (JI) yang kemudian kembali ke pangkuan NKRI. Langkah ini tentu saja perlu mendapatkan apresiasi luas dari seluruh masyarakat Indonesia sebagai bukti keberhasilan program deradikalisasi. Tentunya untuk bisa berhasil merubah haluan kelompok radikal bukanlah sesuatu yang mudah dan tidak datang begitu saja, melainkan membutuhkan upaya, kerja keras, strategi hingga pendekatan yang tepat serta relevan bagi mereka.

Pasalnya, apabila pemerintah tidak memberlakukan pendekatan yang tepat, tentunya kelompok radikal tersebut akan sangat sulit untuk menerima bahwa segenap elemen bangsa harus terus menjunjung tinggi NKRI serta ideologi nasional.

Dengan pendeklarasian pembubaran diri dari JI, dan tidak tanggung-tanggung, mereka juga berikrar bersumpah setia pada NKRI, maka tentunya hal tersebut sama sekali tidak bisa lepas dari upaya dan pendekatan sangat tepat dari pemerintah selama ini dalam menjalankan misi deradikalisasi kepada kelompok-kelompok radikal di Tanah Air.

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Bidang Radikalisme dan Intoleransi, Nuruzzaman memberikan apresiasi sangat tinggi pada upaya pemerintah serta jajaran aparat keamanan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas bubarnya JI.

Pembubaran diri serta ikrar setia JI kepada NKRI tersebut merupakan dampak dari pendekatan Densus 88 Anti Teror Polri selama ini, terlebih pemerintah menggunakan pendekatan yang halus (soft approach) dengan tanpa adanya paksaan atau ancaman senjata sama sekali. Sehingga dalam langkah deradikalisasi, Pemerintah RI berupaya untuk mengubah kesadaran kelompok radikal tersebut bahwa apa yang mereka lakukan selama ini adalah salah namun dengan tanpa paksaan apapun.

Pos terkait