Gotong Royong Mencegah Provokasi SARA Menjelang Pilkada 2024

Oleh : Dwi Cahya Alfarizi )*

Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024, merupakan momen penting bagi seluruh warga Indonesia. Namun, kita harus waspada terhadap potensi konflik antarkelompok dan warga yang bisa muncul, terutama karena isu agama yang diangkat oleh beberapa pihak.

Mencegah provokasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif kita sebagai masyarakat yang menginginkan harmoni dan kedamaian.

Menjelang Pilkada, isu SARA sering kali dimanfaatkan untuk memecah belah. Di wilayah Kota Cimahi dan Bandung Barat, situasi ini menjadi perhatian khusus.

Tokoh agama Buddha Bandung Barat, Bhikkhu Suddhasilo, mengingatkan bahwa kita harus bijaksana dalam mendukung pasangan calon. Menurutnya, selama ini masyarakat dari berbagai agama sudah saling mendukung dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari.

Ketika umat Buddha merayakan Hari Waisak, masyarakat dari berbagai agama turut membantu. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya toleransi antarumat beragama di wilayah ini.

Isu agama tidak seharusnya menjadi senjata untuk menyerang pasangan calon lain. Setiap WNI memiliki hak untuk memilih dan dipilih, sehingga isu-isu SARA seharusnya dihindari demi menjaga kondusivitas dan keharmonisan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pos terkait