Pemerintah Perkuat Reformasi Pasar Modal untuk Pulihkan Kepercayaan Investor

Komitmen tersebut diperkuat BEI melalui perubahan pendekatan pengawasan perdagangan. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa bursa akan memprioritaskan tindakan terhadap rekening efek yang terindikasi melakukan pelanggaran, dibandingkan hanya mengandalkan peringatan aktivitas pasar tidak biasa atau penghentian perdagangan saham secara keseluruhan.

Mekanisme baru tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada awal November 2026. BEI juga akan mengumumkan indikasi awal investigasi transaksi mencurigakan dengan tetap berkoordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari sisi struktur kepemilikan, peningkatan free float menjadi 15% diharapkan memperluas saham yang tersedia bagi publik, meningkatkan likuiditas, dan menciptakan pembentukan harga yang lebih transparan. Pemerintah turut memperkuat keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% serta audit kepemilikan manfaat akhir.

Pos terkait