Pemerintah Dorong Energi Nuklir untuk Perkuat Kemandirian Indonesia

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat langkah strategis dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

Pemerintah saat ini tengah mematangkan 28 lokasi tapak serta mengkaji sejumlah wilayah potensial guna memastikan ketahanan, stabilitas, dan kemandirian pasokan energi nasional dalam menghadapi lonjakan kebutuhan listrik masa depan.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa penyiapan lokasi tapak harus dilakukan sejak dini mengingat proses konstruksi pembangkit nuklir membutuhkan waktu yang cukup panjang, yakni sekitar 7 hingga 10 tahun.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, Indonesia menargetkan minimal memiliki PLTN berkapasitas 500 Mega Watt (MW) berbasis Small Modular Reactor (SMR) yang terhubung ke jaringan listrik (on-grid) pada periode 2032-2034.

Pos terkait