Sekolah Rakyat Perkuat Karakter dan Kemandirian Anak Prasejahtera

Jakarta – Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan kemandirian mereka. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pendampingan keluarga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat telah menjangkau anak-anak dengan latar belakang rentan, mulai dari anak jalanan hingga mereka yang terpaksa bekerja dan putus sekolah. Setelah mendapat pendampingan, para siswa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

“Ada yang sebelumnya tidak pernah sekolah, di jalanan menjadi pengamen, ada yang sudah putus sekolah dua tahun dan jadi pembantu, ada yang jadi kuli,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, sebagian anak yang dijangkau awalnya menghadapi persoalan kesehatan dan minim motivasi belajar. Bahkan, terdapat anak berusia 17–18 tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan formal dan belum bisa membaca sehingga membutuhkan pendampingan sebelum mengikuti pembelajaran.

Pos terkait