Jakarta – Pemerintah menyiapkan sekitar 1.000 beasiswa pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis untuk tahun akademik 2026/2027 sebagai upaya memperluas pemerataan tenaga medis dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah. Program yang dijalankan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut turut didukung melalui penempatan residen dan pengembangan pendidikan kedokteran di sejumlah wilayah Indonesia.
Kebijakan ini bertujuan mengatasi keterbatasan dokter spesialis, khususnya di wilayah yang belum memiliki tenaga kesehatan memadai. Selain memperbesar kesempatan pendidikan, pemerintah ingin memastikan kebutuhan pelayanan medis masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menyampaikan bahwa pengembangan program studi kedokteran harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan dan distribusi tenaga medis.
“Pembukaan program studi baru perlu dibarengi pemerataan tenaga medis serta perbaikan pelayanan kesehatan daerah. Oleh sebab itu, akselerasi pendidikan kedokteran harus terus diperkuat agar kebutuhan dokter spesialis bisa terpenuhi lebih cepat,” ujar Fauzan.