Kades Luba Berani Tolak Babi dan Kambing Tak Layak, Publik Soroti Pengadaan Ternak Rentan Bermasalah

Ilustrasi ternak babi

KALABAHI, WARTAALOR.COM — Kepala Desa (Kades) Luba, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yusuf Famani, mengungkapkan pengalamannya dalam pelaksanaan program ketahanan pangan melalui pengadaan bibit ternak yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Desa Luba mengalokasikan pengadaan sebanyak 30 ekor bibit babi dan 20 ekor bibit kambing yang diperuntukkan bagi masyarakat penerima manfaat.

Namun, dalam proses penyerahan ternak, Pemerintah Desa Luba menemukan adanya sejumlah ternak yang dinilai tidak layak untuk diberikan kepada masyarakat karena kondisi kesehatannya.

Yusuf Famani mengatakan, dari keseluruhan ternak yang diserahkan oleh penyedia bernama Efendi, terdapat lima ekor ternak yang harus dikembalikan kepada penyedia untuk diganti.

Menurut Yusuf, ternak tersebut ditemukan dalam kondisi sakit sehingga pemerintah desa tidak bersedia menerima dan membagikannya kepada masyarakat penerima manfaat.

“Pada tahun 2026 ada pengadaan bibit ternak kambing 20 ekor dan babi 30 ekor, semua sudah terealisasi. Ada yang tidak layak, jadi dikembalikan beberapa hari yang lalu. Ada lima ekor tidak layak. Saya minta untuk diganti, jadi sudah diganti. Sampai di kampung baru saya suruh bawa kembali,” ujar Yusuf Famani kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp.

Ia menjelaskan, sikap tersebut diambil karena pemerintah desa tidak ingin program pengadaan ternak yang menggunakan Dana Desa justru memberikan ternak yang kondisinya tidak memenuhi kelayakan kepada masyarakat.

Menurutnya, apabila ternak yang diterima tidak sehat atau tidak sesuai dengan ketentuan pengadaan, maka hal tersebut berpotensi merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Bacaan Lainnya

Pos terkait