KUPANG, WARTAALOR.COM – Persoalan keterbatasan hunian bagi keluarga muda berpenghasilan rendah menjadi salah satu perhatian Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Alor.
Perhatian tersebut disampaikan Fraksi PKB dalam Sidang Paripurna IV DPRD Kabupaten Alor dengan agenda penyampaian pendapat fraksi-fraksi atas hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2026 dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.
Dalam pandangan fraksinya, PKB merekomendasikan Pemerintah Daerah Kabupaten Alor melalui Baperrinda dan Dinas Perumahan agar mengkaji serta mengembangkan Program Bantuan Stimulan Rumah Layak bagi Keluarga Muda Berpenghasilan Rendah yang belum memiliki rumah sendiri.
Rekomendasi tersebut, menurut Fraksi PKB, berangkat dari kondisi yang masih dijumpai di tengah masyarakat. Tidak sedikit keluarga yang karena keterbatasan ekonomi terpaksa tinggal bersama anggota keluarga lainnya dalam satu rumah.
Dalam kondisi tertentu, satu rumah bahkan dihuni oleh dua hingga tiga kepala keluarga. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap hunian yang layak masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Fraksi PKB menilai persoalan hunian bukan sekadar menyangkut ketersediaan tempat tinggal, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas kehidupan keluarga serta tumbuh kembang anak.
