Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa negara hadir dengan pendekatan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan daerah. Implementasi MBG di Papua tentu tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan daerah lain. Kondisi kepulauan, pegunungan, jarak antarkampung, serta keterbatasan sarana transportasi membutuhkan strategi distribusi yang lebih kreatif dan melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Dengan perencanaan yang tepat, tantangan geografis dapat diubah menjadi peluang untuk membangun model pelaksanaan MBG yang sesuai dengan karakter Papua.
Dukungan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam memastikan program tersebut berjalan berkelanjutan. Sejumlah tokoh adat Tanah Tabi, Kabupaten Jayapura, secara terbuka mengajak masyarakat, khususnya pelajar, untuk menjaga suasana aman dan memberikan kesempatan kepada pemerintah memperbaiki serta menjalankan program MBG. Ondofolo Kampung Puay, Yacob Fiobetauw, mengimbau para pelajar SD, SMP, SMA, dan SMK agar tetap fokus mengikuti pendidikan serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat. Menurut Yacob, generasi muda seharusnya memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk mengejar ilmu dan mewujudkan cita-cita.
Pesan tersebut relevan dengan tujuan besar MBG. Program pemenuhan gizi akan memberikan manfaat optimal apabila berjalan berdampingan dengan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Anak-anak membutuhkan makanan bergizi, tetapi juga membutuhkan ruang belajar yang nyaman untuk mengembangkan potensi. Karena itu, menjaga ketenteraman Tanah Tabi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendukung masa depan generasi Papua.
Wakil Ketua Dewan Adat Suku Sentani, Ondofolo Kampung Atamali Septinus Ibo, juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan MBG. Ia memandang program tersebut sebagai kebijakan pemerintah pusat yang memiliki tujuan positif bagi masyarakat. Berbagai persoalan teknis yang pernah muncul dalam pelaksanaan program, menurutnya, harus diselesaikan oleh pihak yang bertanggung jawab melalui evaluasi dan perbaikan. Pandangan ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap MBG dapat berjalan seiring dengan pengawasan. Program yang baik bukan berarti program tanpa kekurangan, melainkan program yang memiliki kemampuan memperbaiki kekurangan secara cepat dan bertanggung jawab.