Dalam keterangannya, Yeskiel membenarkan bahwa Pemerintah Desa Fuisama melaksanakan program pengadaan bibit ternak babi pada Tahun Anggaran 2026. Ia juga menyebutkan bahwa pengadaan tersebut dilakukan oleh seorang supplier bernama Buce.
Menurut Yeskiel, jumlah ternak babi yang telah diterima pemerintah desa sebanyak 13 ekor, terdiri dari sembilan ekor babi jenis bampres dan empat ekor babi lokal.
“Supplier nama Buce, baru minggu lalu dong antar naik. Semua ada 13 ekor, ada yang besar, ada yang kecil. Yang besar tu ada yang su beranak,” ujar Bendahara Desa Fuisama, Yeskiel Maata kepada wartawan.
Saat dikonfirmasi mengenai nilai anggaran kegiatan yang disebut mencapai sekitar Rp100 juta, Yeskiel mengaku tidak mengingat secara pasti nominal anggaran tersebut. Ia mengatakan seluruh rincian tercantum dalam dokumen administrasi desa.
“Saya su agak lupa. Sekitar Rp90 juta atau Rp100 juta. Semua ada di dokumen,” katanya.
