Teknisi PJU Surabaya Tegaskan Lampu Jalan yang Dibangun UD Tetap Jaya Ada Garansi, Beda dengan Lain

Habib, seorang teknisi lampu PJU asal Surabaya (kaos merah) didampingi Kuasa Hukum UD Tetap Jaya, Fransisco Bernando Bessi menghadiri konferensi pers bersama wartawan di Kota Kupang, Senin, 15 Juni 2026.

KUPANG, WARTAALOR.COM – Habib, teknisi sekaligus direktur perusahaan penyedia lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya asal Surabaya, menegaskan bahwa lampu PJU yang dipasok kepada UD Tetap Jaya dan digunakan dalam sejumlah proyek pengadaan di Kabupaten Alor memiliki kualitas yang baik serta dilengkapi garansi resmi selama tiga tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Habib saat menghadiri konferensi pers bersama Kuasa Hukum UD Tetap Jaya, Fransisco Bernando Bessi, di Kota Kupang, Senin (15/6/2026).

Menurut Habib, lampu PJU tenaga surya yang dipasok perusahaannya telah melalui proses pengujian sebelum didistribusikan kepada UD Tetap Jaya. Ia mengklaim kualitas produk tersebut terbukti dari daya tahan baterai yang mampu menjaga lampu tetap menyala sepanjang malam.

Bacaan Lainnya

“Lampu yang kami pasok dapat menyala dari pukul 18.00 hingga 06.00 pagi. Sementara ada lampu dari penyedia lain yang sekitar pukul 22.00 malam sudah mulai redup,” ujarnya.

Habib mengaku turut menyaksikan pemeriksaan lapangan yang dilakukan tim ahli gabungan dari Kejaksaan Negeri Alor, Politeknik Negeri Kupang, dan Inspektorat Daerah Kabupaten Alor pada 9 Juni 2026 lalu terhadap sejumlah unit PJU yang menjadi objek pemeriksaan.

Menurutnya, metode pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil foto dari bagian luar lampu tidak cukup untuk memastikan spesifikasi teknis (spek) seluruh komponen yang terdapat pada unit PJU.

“Kalau hanya memotret dari luar tanpa membuka atau membongkar komponen yang ada, maka secara teknis sulit memastikan spesifikasi yang sebenarnya. Untuk mengetahui spek secara detail harus dilakukan pemeriksaan terhadap komponen di dalamnya,” kata Habib.

Ia menjelaskan bahwa dirinya merupakan pihak yang memproduksi dan mendistribusikan lampu PJU yang kemudian dipasang oleh UD Tetap Jaya di sejumlah desa di Kabupaten Alor.

“Saya dari perusahaan tempat Ibu Yuni biasa memesan lampu dan tiang PJU. Barang-barang itu sudah kami uji sebelum dikirim,” ujarnya.

Habib juga mengaku telah mengunjungi sejumlah lokasi pemasangan lampu PJU di Alor dan memperoleh tanggapan positif dari masyarakat setempat.

“Saya sudah turun langsung ke lapangan. Masyarakat mengaku puas karena lampu berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kendala berarti. Kualitasnya juga sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Menurut Habib, sejumlah warga bahkan membandingkan kualitas lampu yang dipasang UD Tetap Jaya dengan lampu dari penyedia lain yang dinilai memiliki daya tahan baterai lebih rendah.

Kuasa Hukum Soroti Metode Pemeriksaan dan Data PJU

Dalam kesempatan yang sama, Kuasa Hukum UD Tetap Jaya, Fransisco Bernando Bessi, menyampaikan sejumlah catatan terkait proses pemeriksaan yang dilakukan tim gabungan terhadap proyek pengadaan PJU yang dikerjakan kliennya.

Fransisco mengatakan dirinya mendampingi tim pemeriksa saat melakukan pengecekan lapangan di Desa Taman Mataru, Kecamatan Mataru. Di lokasi tersebut, menurutnya, ditemukan perbedaan data terkait jumlah unit PJU yang diduga dikerjakan oleh kliennya.

“Menurut data yang disampaikan Kejaksaan Negeri Alor terdapat enam unit PJU yang disebut dikerjakan klien kami. Namun setelah dicek di lapangan, yang dikerjakan oleh UD Tetap Jaya hanya tiga unit,” ujarnya.

Ia menilai temuan tersebut perlu menjadi perhatian agar proses pemeriksaan berjalan secara akurat dan tidak terjadi kekeliruan dalam mengidentifikasi pekerjaan yang menjadi tanggung jawab masing-masing penyedia.

Selain itu, Fransisco juga mempertanyakan metode pemeriksaan teknis yang dilakukan oleh tim ahli.

“Kami melihat sebagian besar pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan gambar dari jarak tertentu. Kami berharap tim ahli bekerja secara profesional dan melakukan pemeriksaan berdasarkan data serta kondisi teknis yang sesungguhnya di lapangan,” katanya.

Menurut Fransisco, dalam kunjungan tersebut pemerintah desa dan sejumlah warga Desa Taman Mataru menyampaikan bahwa lampu PJU yang dipasang oleh UD Tetap Jaya masih berfungsi dengan baik dan memiliki tingkat pencahayaan yang dinilai lebih baik dibandingkan beberapa lampu yang dipasang penyedia lain.

“Kepala desa, bendahara desa, dan masyarakat menyampaikan langsung bahwa lampu yang dipasang klien kami masih berfungsi dengan baik, terang, dan mampu bertahan hingga pagi hari,” ujarnya.

Minta Penanganan Perkara Dilakukan Secara Objektif

Terkait penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola Dana Desa Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2022–2024, Fransisco meminta agar proses penegakan hukum dilakukan secara objektif dan menyeluruh.

Menurutnya, pengadaan PJU merupakan bagian dari proses yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa sebagai pengguna anggaran hingga penyedia barang dan jasa.

“Perkara seperti ini tidak bisa dilihat hanya dari satu pihak. Ada pemerintah desa sebagai pengguna anggaran dan ada penyedia. Karena itu proses pemeriksaannya harus dilakukan secara komprehensif,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa distribusi dan pemasangan PJU di sejumlah desa di Alor membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit karena kondisi geografis dan akses transportasi yang cukup sulit.

“Ada desa yang medannya ekstrem, bahkan ada lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan sehingga material harus dipikul secara manual menuju titik pemasangan,” jelasnya.

Fransisco berharap apabila dalam proses penyelidikan tidak ditemukan unsur tindak pidana maupun kerugian negara, maka perkara tersebut dapat dihentikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kalau memang tidak ditemukan unsur pidana, kami berharap perkara ini dapat dihentikan secara permanen. Penegakan hukum harus berdasarkan fakta dan bukti yang objektif,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sejumlah masyarakat yang ditemui saat pemeriksaan di Desa Taman Mataru mengaku puas dengan kualitas lampu PJU yang dipasang UD Tetap Jaya dan berharap penyedia tersebut kembali dilibatkan dalam proyek serupa di masa mendatang.

“Testimoni itu kami dengar langsung dari masyarakat saat berada di lokasi pemeriksaan,” pungkasnya. ***(joka)

Pos terkait