KALABAHI, WARTAALOR.COM – Proses seleksi terbuka calon Sekretaris Desa (Sekdes) Nurbenlelang, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Kabupaten Alor, menuai protes dari sejumlah peserta. Panitia seleksi diduga bekerja tidak profesional setelah menetapkan peserta dengan nilai terendah sebagai Sekretaris Desa terpilih.
Pemerintah Desa (Pemdes) Nurbenlelang melalui panitia seleksi diketahui membuka pendaftaran calon Sekretaris Desa pada 4 Juni 2026. Sedikitnya tiga orang warga mengikuti seleksi tersebut, yakni Abtritis Baikabel, Elsa Ritanti Maro, dan Wempiana Fanpada.
Seluruh peserta telah melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang diwajibkan, seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat, surat bebas narkoba, serta dokumen pendukung lainnya.
Dalam tahapan seleksi, para peserta mengikuti tes teori berupa 100 soal pilihan ganda dan tes kemampuan berbicara di depan umum (public speaking). Hasil penilaian kemudian diumumkan oleh panitia berdasarkan perolehan nilai masing-masing peserta.
Salah satu peserta, Elsa Ritanti Maro, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan panitia, peserta bernama Abtritis Baikabel memperoleh nilai tertinggi.
Untuk tes teori, Abtritis Baikabel memperoleh nilai 89, Elsa Ritanti Maro memperoleh nilai 88, sedangkan Wempiana Fanpada memperoleh nilai 86.
