KONI Alor Menilai Sanksi Asprov PSSI NTT ke Persap Tidak Profesional, Minta Evaluasi Juga Wasit

Kalabahi, wartaalor.com – Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) NTT resmi memberikan sanksi tegas kepada Tim Persap Alor untuk tidak mengikuti turnamen ETMC selama dua tahun berturut-turut, atau membayar denda sebesar Rp100 juta. Pemberian sanksi ini sebagai akibat dari dugaan tindakan pemukulan wasit oleh salah satu Tim Persap saat Liga 4 NTT El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIII berlangsung di Stadion Oepoi Kupang beberapa waktu lalu. Kasus inipun viral di media sosial.

Ketua Komisi Disiplin Asprov PSSI NTT, Lukman Hakim, dalam keterangannya di VICTORYNEWS.ID menegaskan pihaknya sudah melakukan berbagai tahapan untuk berkoordinasi dan melakukan rapat internal bersama Ketua dan Wakil Asprov PSSI NTT untuk penentuan saksi bagi Persap Alor. Selain Persap Alor, Persada Sumba Barat Daya juga diberi sanki tegas yang sama atas insiden yang terjadi di lapangan saat itu.

Dia menegaskan, Persap Alor diberi sanksi tidak boleh mengikuti pertandingan khusus yakni ETMC selama dua tahun berturut-turut. Artinya tahun ini, 2025 yang akan dilaksanakan bulan Oktober nanti dan ETMC tahun 2026 mendatang. Atau memilih untuk membayar denda Rp100 juta.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian KONI Kabupaten Alor, Obeth Bolang, S.Sos., M.Ap menyayangkan. Obeth Bolang menilai sanksi Asprov ke Persap Alor tidak profesional. Meski demikian, Kepala BPBD Kabupaten Alor ini mengaku belum mengetahui informasi soal adanya sanksi tersebut.

“Kami belum dapat informasi, tapi kalau benar ya kami menyayangkan itu. Karena bagaimana pun tindakan yang dilakukan Persap waktu itu pasti ada sebabnya. Jadi kalau Asprov mau memberikan sanksi harus profesional”, ujar Obeth Bolang kepada wartawan di Kantor BPBD Alor, Rabu, 28 Mei 2025 siang.

Menurut Obeth, tindakan pemukulan salah satu tim Persap terhadap wasit tentu ada sebabnya. Sehingga kalau ada penjatuhan sanksi oleh Asprov ke Persap, maka wasit juga harus dilakukan evaluasi agar kejadian semacam itu tidak terulang dalam turnamen yang akan datang.

“Harus ada evaluasi secara menyeluruh, termasuk wasit juga dievaluasi. Mencari tahu terlebih dahulu karena tidak mungkin insiden pemukulan itu terjadi tanpa sebab”, tandasnya.

Selain penjatuhan sanksi, Obeth juga menyayangkan keputusan Asprov tidak mempertimbangkan hal lain. Dimana Persap Alor pernah menorehkan prestasi yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional bahkan internasional.

“Persap punya sejarah mengukir prestasi yang mengharumkan nama daerah, dan itu harus dipertimbangkan juga. Jadi kalau Persap diberikan sanksi, maka wasit juga dikasih sanksi biar adil”, pungkasnya. ***(joka)

Pos terkait