KALABAHI, WARTAALOR.COM – Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kasus tawuran pemuda antar kampung di Kota Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Situasi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena berdampak langsung pada rasa aman, aktivitas ekonomi, dan citra daerah sebagai destinasi pariwisata.
Fenomena tersebut mencuat menjelang satu tahun masa pemerintahan Bupati Alor Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo, yang dikenal dengan sebutan Paket Is The Rock. Dimana salah satu visi utama pemerintahan ini adalah mewujudkan Kabupaten Alor yang aman, demokratis, maju, dan berkelanjutan.
Sejumlah insiden tawuran yang terjadi di berbagai titik di Kota Kalabahi antara lain melibatkan pemuda dari Kelurahan Wetabua dan Kampung Baru Desa Lendola, Watatuku dan Mola, pemuda Sawah Lama, kemudian Jembatan Hitam dan Ningrat. Terkini ada tawuran pemuda diketahui dari Pasar Lipa dan Batutenata.
Perkelahian yang kerap terjadi siang maupun malam hari ini menimbulkan rasa tidak nyaman di tengah masyarakat. Warga mengaku waswas beraktivitas di luar rumah, sementara pedagang khawatir situasi sewaktu-waktu berubah menjadi ricuh.
Kondisi keamanan yang tidak stabil turut memengaruhi sektor ekonomi dan pariwisata. Beberapa pelaku usaha mengaku mengalami penurunan aktivitas karena masyarakat membatasi mobilitas, terutama pada malam hari. Selain itu, kekhawatiran akan keamanan disebut membuat wisatawan enggan berkunjung ke Alor, yang selama ini dikenal memiliki kekayaan budaya dan potensi wisata bahari.
