“Anak saya korban pemasangan infus CVC di area bahu oleh dokter anestesi di RSD Kalabahi sampai terjadi perdarahan. Setelah dibawa ke Kupang, hasil CT Scan menyatakan pembuluh darah vena dan arteri rusak cukup panjang dan harus dirujuk ke Jakarta,” ungkap Evrida Waang kepada wartawan melalui pesan singkat, Sabtu malam (20/12/2025).
Namun, rujukan ke Jakarta tidak dapat segera dilakukan karena kondisi Felecia dinilai kritis dan belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara. Selama kurang lebih satu bulan, korban hanya menjalani perawatan konservatif di RSUP Ben Mboi tanpa tindakan medis lanjutan yang signifikan.
“Kami sudah hampir satu bulan di Kupang, tetapi dokter tidak bisa mengambil tindakan. Kami ingin ke Jakarta, tetapi kondisi anak kami belum memungkinkan naik pesawat. Kami hanya bisa bertahan dan tidur di rumah sakit,” kata Evrida dengan nada sedih.
