“Waktu pas korban masuk dalam ruangan tiba-tiba pintu ruangan ditutup dan salah satu aparat desa itu berusaha merampas handphone milik korban. Mungkin dengan maksud supaya korban jangan rekam,” ujar Mirna mengisahkan.
Pada saat handphonenya dirampas, lanjut Mirna, korban juga lakukan perlawanan sehingga korban berhasil meloloskan diri dalam ruang kerja sang kades.
“Dia keluar dari ruang kades terus langsung pulang, tapi aparat desa pergi panggil lagi di rumah. Bilang bapa desa panggil jadi menghadap dulu,” urai Mirna.
Mirna menjelaskan, seorang aparat desa itu kembali mendatangi korban di rumah dan meminta korban segera kembali ke kantor desa karena ada panggilan dari kepala desa dan korban pun menurutinya.
