Kalabahi, wartaalor.com – Kepala Desa Merdeka Kecamatan Pantar Timur Kabupaten Alor, NTT, Omri Olang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap seorang perempuan yang juga warganya. Perempuan berinisial MW (36) diduga dianiaya di kantor desa setempat pada tanggal 17 Oktober 2023 lalu dan kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Kabir di Kecamatan Pantar.
Setelah lapor polisi, korban MW juga mengadu ke Komunitas Suara Perempuan (Super) Alor. Komunitas ini dibentuk oleh kelompok pemuda Alor sebagai wadah yang memberikan pendampingan dan advokasi bagi perempuan yang mengalami kasus-kasus kekerasan.
Mirna Lanmay selaku pengurus Super Alor kepada wartaalor.com di Kalabahi, Rabu, 1 November 2023 mengisahkan, kasus dugaan penganiayaan kades Merdeka terhadap warganya bermula saat korban MW hendak menerima dana BLT (bantuan langsung tunai) di kantor desa. Sebab ada pemberitahuan dari aparat desa bahwa akan ada pembagian dana BLT dan korban MW juga tercatat sebagai salah satu warga penerima BLT.
“Jadi korban ini mau ke kantor desa karena ada mau pembagian BLT. Dia juga terima BLT. Malam tanggal 16 Oktober itu ada pengumuman bilang besok bagi BLT jadi dia pigi,” ujar Mirna Lanmay.
Mantan Ketua PMKRI Alor ini melanjutkan, pada esok harinya tanggal 17 Oktober korban pergi ke kantor desa. Sampai di sana, korban malah diarahkan salah satu aparat desa untuk menemui Kepala Desa Omri Olang yang sudah menunggu sejak tadi di ruang kerjanya.
