KALABAHI, WARTAALOR.COM | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT), Enny Anggrek, SH menyambangi Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi, Selasa, 20 April 2021. Enny Anggrek kesana memantau kondisi Sabiha Prasong, janda 60 tahun yang sementara dirawat usai ketimpa pohon kapok saat badai Siklon Seroja menghantam 4 April lalu.
Ketua DPC PDI-P Kabupaten Alor ini datang dengan mobil dinasnya setelah mengetahui lewat pemberitaan WARTAALOR.COM edisi sebelumnya bahwa ada janda 60 tahun ketimpa pohon dan sedang proses rawat medis di RSD Kalabahi. “Mama… bagaimana kondisi mama? Saya baru tahu di berita kalau mama ketimpa pohon, jadi ada masuk rumah sakit,” ujar Enny Anggrek ketika menyapa Sabiha Prasong.
Disana, wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) 1 ini juga memberikan sedikit bantuan pribadi sekaligus memberikan penguatan-penguatan kepada korban agar cepat pulih dan kembali melakukan aktivitas sebagai biasanya.
Sementara janda Sabiha Prasong kepada Ketua DPRD Enny Anggrek hanya bisa memohon usaha tempat jualan miliknya di Pasar Kadelang agar tidak dibongkar sampai dia sembuh. Permintaan ini diterima Enny Anggrek dan selanjutnya segera diteruskan kepada Kepada Dinas Perdagangan Kabupaten Alor Muaz Abdurrahman Kammis.
“Sebentar saya telpon Pak Muaz supaya beliau nanti bantu cari solusinya bagaimana. Biar mama punya usaha jualan juga tetap aman,” ujar Enny Anggrek yang ketiga itu juga mengunjungi beberapa pasien lainnya di sal wanita yang sementara dirawat.
Dari RSD Kalabahi, politisi PDI-P ini langsung ke Desa Air Kenari guna melihat kondisi Rahman Usman Duka, korban patah kaki akibat ketimpa pohon saat badai Siklon Seroja baru-baru ini. Dia juga menyerahkan sedikit bantuan sekaligus memberikan penguatan-penguatan dan doa kepada korban Rahman Usman Duka agar cepat sembuh untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Seperti berita media ini sebelumnya, Sabiha Prasong, warga RT 02/RW 03 Kadelang Kelurahan Kalabahi Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) menceritakan kisah hidupnya sebagai seorang janda. Setiap harinya Ia hanya berjualan di Pasar Kadelang untuk menyambung hidup.
“Saya jualan di Pasar Kadelang ini bapa..(Wartawan, red). Sekarang saya sudah sakit, tapi saya bingung ini bapa… karena pasar sebentar lagi mau dipindahkan ke Lipa. Saya bingung dengan saya punya jualan. Orang mau bongkar pasar untuk bangun baru. Kalau orang kantor yang bongkar nanti dong bikin rusak saya punya jualan ini bapa…,” ujar Sabiha Prasong dengan mata berkaca-kaca ketika WARTAALOR.COM menemuinya di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi, Senin, 19 April 2021.
Tepatnya di sal wanita, kondisi tubuhnya yang terbaring lemah, tangannya tertancap selang infus, Sabiha menceritakan kisah hidupnya setelah ditinggal sang suami sekitar 6 tahun lalu. Tanah tempat Ia tinggal juga hanya sementara. “Tanah itu orang punya,.. kami hanya numpang tinggal. Saya dengan anak perempuan…dia masih honor di Kantor Capil,” kisah janda 60 tahun ini.
