Camat Teluk Mutiara Pimpin Warganya Kerja Jembatan Kenarilang Secara Swadaya

  • Whatsapp
Aktivitas masyarakat Kelurahan Kalabahi Barat dibantu TNI-POLRI sedang mengerjakan jembatan secara swadaya

KALABAHI, WARTAALOR.COM | Camat Teluk Mutiara Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT), Ridwan Nampira, S.Sos memimpin warganya mengerjakan jembatan secara swadaya atau gotong royong. Jembatan yang menghubungkan Kalabahi Ibukota Kabupaten Alor menuju Kokar Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL) ini rusak dihantam banjir besar saat badai Siklon Seroja tanggal 4 April lalu.

Kepada WARTAALOR.COM Kamis, 22 April 2021, Camat Ridwan menjelaskan jembatan yang berlokasi di Kenarilang Kelurahan Kalabahi Barat itu rusak dihantam banjir besar. Akses transportasi roda dua maupun roda empat Kalabahi menuju Kokar dan sebaliknya terpaksa lewat jalur Tamiming.

Bacaan Lainnya
Budaya gotong royong (Swadaya) kerja jembatan rusak di Kenarilang

“Kemarin (21/4) masyarakat sudah mulai kerja secara swadaya. Bapa Bupati Alor Amon Djobo juga hadir di lokasi dan memberikan semangat, dukungan serta motivasi kepada masyarakat yang sementara kerja,” kata Camat Ridwan Nampira.

Sosok jiwa muda, pekerja keras dan murah senyum ini mengatakan untuk memperbaikinya, bahan material seperti batu pasir dan lainnya dibawa oleh masyarakat setempat. Sementara semen dibantu Dinas PU Alor.

“Pekerjaan sudah mulai selesai, tinggal cor bawah yang belum. Satu dua hari tukang sudah mulai kerja cor bawah. Semua masyarakat dibantu TNI-POLRI turut partisipasi kerjasama. Saya kira dengan budaya gotong royong ini sesuatu yang luar biasa,” ujar Ridwan saat buka puasa bersama di pelataran Kantornya.

Bupati Alor Drs. Amon Djobo didampingi Camat Teluk Mutiara Ridwan Nampira, S.Sos memantau warga yang sedang kerjakan jembatan secara swadaya

Dia mengatakan, untuk membangun Alor adalah tanggung jawab bersama dan tidak semata-mata ada pada pemerintah. “Ini kan cuma rusak ringan. Saya kira selagi masyarakat bisa kerja secara swadaya kenapa harus tunggu pemerintah,” tandasnya.

Dikatakan bahwa bencana alam yang terjadi 4 April lalu telah merusak banyak sekali fasilitas dan sarana prasarana negara maupun pribadi. Pemerintah saat ini, lanjut dia, tengah memikirkan bagaimana membangun kembali bangunan yang sudah rusak. “Saya kira ini sesuatu yang luar biasa karena kita telah membangun kembali budaya gotong royong,” ujarnya. *(Joka)

Pos terkait