Jakarta – Pakar Hubungan Internasional yang juga Direktur Eksekutif ASEAN Study Center FISIP UI, Edy Prasetyono mengatakan Indonesia sangat berpotensi menjadi target spionase, karena posisinya strategis secara geografi. Kemudian strategis pula di dalam sumber kekayaan alam dan juga harus diingat proses-proses politik karena itu akan mempengaruhi kebijakan..
”Oleh karena itu, bagi saya yang paling penting itu adalah lebih cenderung untuk segera ada RUU anti-spionase asing,” kata Edy saat menjadi narasumber dialog di salah satu stasiun TV swasta nasional di Jakarta, Selasa (03/11) petang.
Menurutnya, sasaran spionase bermacam-macam, bisa perorangan yang kemudian bisa melalui blackmail dan bisa untuk mempengaruhi satu proses pembuatan kebijakan. Yang kedua, bisa juga rahasia-rahasia perekonomian. Rahasia-rahasia tentang sumber alam dan sebagainya.
”Itu luar biasa karena akan memberikan keuntungan yang strategis bagi mereka. Sasaran yang lain adalah bidang-bidang yang disebut critical area dan itu banyak sekali, ada pertahanan juga,” lanjutnya.
