Bersama Pemerintah dan Pengusaha Dorong Industri Masa Depan untuk Ekonomi Rakyat

Oleh: Ricky Rinaldi*)

Transformasi struktural perekonomian nasional menuju era modern yang mandiri dan berdaya saing global menuntut keberanian bangsa Indonesia untuk melakukan lompatan besar melalui pengembangan sektor industri masa depan yang berkelanjutan, inklusif, dan bernilai tambah tinggi. Di tengah arus disrupsi teknologi digital, transisi energi hijau, serta ketatnya persaingan rantai pasok global, pertumbuhan ekonomi nasional tidak lagi bisa hanya bertumpu pada pola ekstraktif konvensional yang sekadar mengandalkan ekspor bahan mentah tanpa pengolahan lanjutan di dalam negeri. Diperlukan sinergi yang kokoh, terarah, dan berkesinambungan antara kebijakan strategis pemerintah, kepastian regulasi fiskal, serta agresivitas modal penanaman dari dunia usaha swasta. Kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta dalam membangun ekosistem industri masa depan terbukti menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, menciptakan jutaan lapangan kerja berkualitas, serta memastikan pemerataan kesejahteraan yang adil bagi seluruh rakyat di berbagai penjuru Nusantara.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pemerintah berkomitmen penuh untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan para pelaku usaha domestik maupun global guna mempercepat realisasi penanaman modal di sektor-sektor industri masa depan. Menurutnya, fokus hilirisasi nasional tidak hanya terbatas pada komoditas pertambangan mineral seperti nikel, tembaga, dan bauksit, melainkan telah diperluas secara masif ke sektor perkebunan strategis, kelautan, serta ekosistem industri manufaktur kendaraan listrik dan energi terbarukan. Kebijakan pemberian insentif fiskal yang tepat sasaran, penyederhanaan perizinan melalui sistem digital terintegrasi Online Single Submission, serta jaminan kepastian hukum menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan para investor jangka panjang di Indonesia.

Pos terkait