Pengamat ICSF, Akademisi UI, dan Anggota DPR Dorong Penguatan Strategi Antispionase

JAKARTA – Penguatan regulasi dan kapasitas keamanan siber menjadi perhatian dalam menghadapi perkembangan spionase serta potensi intervensi asing di era digital. Posisi strategis Indonesia, kekayaan sumber daya alam, dan meningkatnya pengelolaan informasi secara digital menuntut kesiapan negara dalam melindungi data serta kepentingan nasional.

Direktur Eksekutif ASEAN Study Center FISIP Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menilai posisi geografis dan kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat menarik kepentingan pihak asing. Informasi mengenai mineral kritis, sektor ekonomi, pertahanan, hingga proses politik berpotensi dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan strategis.

“Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat strategis dan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Informasi mengenai berbagai potensi tersebut dapat memberikan keunggulan bagi pihak eksternal. Karena itu, Indonesia perlu memiliki kesiapan untuk mengantisipasi aktivitas spionase maupun pengaruh asing terhadap proses pengambilan kebijakan,” ujar Edy dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta.

Pos terkait