Saat Dunia Khawatir Krisis Pangan, Indonesia Menjaga Kemandirian

Oleh: Rizky Mahendra*

Indonesia menunjukkan ketahanan pangan yang kuat dengan perkiraan ketersediaan beras mencapai 25 juta ton. Didukung produktivitas petani dan kebijakan strategis pemerintah, capaian ini memperkuat kemandirian pangan nasional, menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok, serta meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika global secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kondisi pangan nasional masih terkendali di tengah sedikitnya 33 negara yang mulai mengimbau masyarakatnya menyiapkan persediaan kebutuhan dasar untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat. Sejumlah negara bahkan meminta rumah tangga menyediakan makanan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan penting untuk kebutuhan minimal 72 jam.

Inggris dan Jepang termasuk negara yang memperkuat kesiapsiagaan tersebut dengan menganjurkan masyarakat menyimpan kebutuhan pokok untuk tiga hari hingga satu minggu. Situasi ini memperlihatkan bahwa ancaman gangguan pasokan bukan lagi persoalan yang dapat dipandang sebelah mata. Konflik antarnegara, bencana alam, cuaca ekstrem, serangan siber, serta hambatan distribusi internasional dapat memengaruhi ketersediaan pangan sewaktu-waktu.

Menanggapi kondisi tersebut, Amran menilai Indonesia memiliki keunggulan karena mampu mengandalkan hasil produksi pertanian domestik dan cadangan pemerintah. Menurutnya, ketika banyak negara mulai mempersiapkan kebutuhan darurat, Indonesia masih mempunyai kekuatan dari produksi pangan sendiri serta persediaan beras yang memadai. Kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama antara petani, pemerintah, dan berbagai kebijakan yang selama ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan produksi nasional.

Pos terkait