Selain itu, penguatan sektor industri masa depan juga ditopang oleh kesiapsiagaan pembinaan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi rakyat secara berkelanjutan. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan kementeriannya terus menerjunkan program pendampingan intensif agar pelaku UMKM lokal dapat bertransformasi menjadi bagian integral dari rantai pasok global industri modern. Menurutnya, pelatihan digitalisasi pemasaran, peningkatan standardisasi mutu produk, serta kemudahan akses permodalan murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi pilar penting agar pelaku usaha kecil siap menyongsong era industri masa depan yang berbasis inovasi dan keandalan teknologi.
Maman menjelaskan bahwa integrasi UMKM ke dalam rantai pasok industri modern membuka peluang pasar yang jauh lebih luas dan stabil bagi produk-produk lokal. Kemitraan strategis ini memosisikan UMKM bukan lagi sekadar sebagai pengrajin skala kecil yang rentan terhadap gejolak pasar, melainkan sebagai pemasok komponen pendukung dan penyedia jasa logistik yang diakui kualitasnya oleh standar industri internasional.
Langkah terpadu pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong industri masa depan merupakan manifestasi nyata dari komitmen mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan ekonomi rakyat. Penguatan hilirisasi investasi yang inklusif, kedisiplinan pengelolaan fiskal negara, pemberdayaan UMKM yang berdaya saing, serta kolaborasi lintas sektor yang harmonis adalah rangkaian pilar terpadu yang saling mengokohkan. Tujuannya adalah memastikan bahwa roda pembangunan nasional terus berputar stabil dan kemandirian bangsa semakin kokoh.