“Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup,” tegasnya.
Prabowo juga menyampaikan bahwa pembenahan mulai menunjukkan hasil melalui peningkatan kinerja sejumlah BUMN. Ia menyebut beberapa perusahaan yang sebelumnya kesulitan memperoleh keuntungan kini mampu mencatatkan kenaikan laba hingga 200 persen, 300 persen, bahkan 900 persen.
“Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat,” kata Prabowo.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menyatakan perampingan BUMN ditargetkan mengurangi jumlah perusahaan menjadi sekitar 300 entitas, bahkan berpotensi lebih sedikit. Menurutnya, langkah ini dapat menghemat uang negara lebih dari Rp50 triliun sekaligus mempersempit ruang patronase politik.