Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto, turut mendukung kebijakan yang memprioritaskan kebutuhan gas domestik. Ia menilai kepastian pasokan dengan harga kompetitif sangat dibutuhkan industri keramik, terutama untuk proses pembakaran bersuhu tinggi yang memerlukan energi secara konsisten. Ketersediaan gas yang terjamin diharapkan membantu perusahaan meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus melanjutkan rencana ekspansi yang sebelumnya terkendala.
Bagi industri keramik, stabilitas pasokan bukan hanya berkaitan dengan operasional harian, tetapi juga menentukan keberanian pelaku usaha melakukan investasi. Ketika kebutuhan energi dapat dipenuhi secara konsisten, perusahaan memiliki landasan lebih kuat untuk merencanakan peningkatan kapasitas dan memperluas produksi. Dampaknya berpotensi menjalar ke sektor lain melalui kebutuhan bahan penunjang, distribusi, dan penyerapan tenaga kerja.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pemerintah perlu menyusun neraca gas jangka panjang yang mengintegrasikan produksi nasional, kontrak ekspor, kebutuhan industri eksisting, pembangkit listrik, sektor pupuk, serta proyeksi permintaan dari investasi baru. Pemerintah juga perlu memperhatikan volume, tekanan, dan kontinuitas pasokan, bukan hanya harga gas. Dengan perencanaan terpadu, kebijakan pengutamaan domestik dapat memperkuat daya saing manufaktur sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi nasional dan kepentingan perdagangan Indonesia.
Koordinasi antara pemerintah, pemasok gas, dan pelaku industri terus diperkuat agar kebijakan prioritas domestik berjalan konsisten. Kepastian pasokan dan harga yang kompetitif akan membantu industri menyusun perencanaan produksi jangka panjang, menjaga efisiensi biaya, serta mempertahankan daya saing produk nasional di pasar domestik maupun internasional.
)* Pengamat Kebijakan Publik