Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan tanah longsor menyusul prakiraan musim hujan 2026/2027 yang datang lebih lambat dan berlangsung lebih singkat dibandingkan kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026, dengan puncak musim hujan berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.
Hal tersebut disampaikan Faisal saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026), menjelang Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan di 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen luas daratan Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologis. Sementara itu, sebanyak 482 ZOM atau 51,90 persen luas daratan diperkirakan mengalami musim hujan dengan durasi lebih pendek dari normal.
Pergeseran tersebut dipengaruhi fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) yang turut berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan dan perpanjangan periode kekeringan di sejumlah wilayah.