Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional

Oleh: Bara Winatha*)

Peningkatan kontribusi hilirisasi dalam investasi dan ekspor Indonesia menjadi salah satu peluang strategis untuk memperkuat industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Hilirisasi tidak hanya mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, tetapi juga membuka kesempatan untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas lapangan kerja, memperkuat penguasaan teknologi, serta menambah devisa negara. Seiring dengan meningkatnya investasi pada sektor pengolahan mineral dan pengembangan ekosistem industri baterai, keberhasilan hilirisasi akan semakin ditentukan oleh kemampuan Indonesia membangun industri yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengatakan bahwa kontribusi investasi hilirisasi menunjukkan peningkatan signifikan. Pada triwulan III 2026, kontribusi tersebut telah mencapai 35 persen, naik dibandingkan dengan 26 persen pada 2024. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa hilirisasi semakin berperan dalam struktur investasi nasional dan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

Rosan menjelaskan bahwa pemerintah berupaya memastikan investasi tidak hanya berorientasi pada besarnya modal yang masuk, tetapi juga menghasilkan penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri berbasis nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi bagian dari strategi tersebut. Pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan produksi bahan baku dan produk turunannya agar peningkatan kapasitas industri berjalan seiring dengan perbaikan kualitas produk serta kemampuan manufaktur nasional.

Pos terkait