Oleh : Abdul Razak)*
Ancaman bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan 2026–2027 membutuhkan langkah mitigasi yang terintegrasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Potensi hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup dilakukan ketika bencana telah terjadi. Penguatan sistem peringatan dini, koordinasi lintas sektor, serta perlindungan lingkungan perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan yang berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui kerja sama dengan Weathernews Inc. untuk mengembangkan sistem prediksi curah hujan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sekretaris Utama BMKG Guswanto menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital layanan meteorologi dan mendukung sistem peringatan dini yang adaptif serta terpercaya.
Kerja sama yang disepakati pada 21 Oktober 2026 itu dirancang berlangsung selama tiga tahun dengan memanfaatkan data radar cuaca historis dan waktu nyata untuk meningkatkan akurasi prediksi curah hujan. Pengembangan mencakup pembangunan sistem, bimbingan teknis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta evaluasi dan pengelolaan operasional. Sementara itu, Director Executive Officer sekaligus Chief Operating Officer Risk Management Weathernews Inc., Daisuke Abe, menjelaskan bahwa implementasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemanfaatan data radar cuaca sebelum diintegrasikan dengan data observasi lainnya. Hasil pengembangan ditargetkan siap dimanfaatkan masyarakat pada musim hujan 2027–2028.
Dari perspektif kebijakan publik, pemanfaatan teknologi tersebut penting untuk memperkuat kemampuan pemerintah dalam mengantisipasi risiko sebelum berkembang menjadi bencana. Prediksi yang lebih akurat dapat membantu pemerintah daerah menentukan wilayah prioritas, menyiapkan personel dan logistik, serta merencanakan pengamanan infrastruktur dan layanan publik. Meski demikian, efektivitas teknologi bergantung pada kemampuan menerjemahkan informasi meteorologi menjadi keputusan yang cepat, tepat, dan mudah dipahami masyarakat.