Oleh : Yohanes Wandikbo )*
Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu bagian penting dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia secara merata. Papua mendapat perhatian dalam perluasan tersebut melalui penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Perluasan MBG ke Papua menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan manusia menjadi bagian dari agenda nasional. Program pemenuhan gizi tidak hanya diarahkan kepada wilayah dengan akses yang relatif mudah, tetapi juga terus diperluas ke kawasan yang memiliki karakter geografis dan tantangan pelayanan tersendiri. Dengan demikian, anak-anak Papua memperoleh kesempatan yang semakin luas untuk mendapatkan manfaat dari program nasional tersebut.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah memperluas jaringan pelayanan melalui peresmian 480 SPPG di 16 provinsi wilayah Indonesia Timur. Enam di antaranya berada di Tanah Papua, yakni Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat dan Papua Barat Daya. Perluasan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat pemerataan layanan gizi sekaligus memastikan pembangunan sumber daya manusia menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menjelaskan bahwa penempatan SPPG dilakukan berdasarkan pemetaan objektif yang mengacu pada basis data terpadu BGN, terutama dengan mempertimbangkan wilayah dengan angka stunting kategori tinggi hingga sangat tinggi. Pendekatan berbasis data tersebut memperlihatkan bahwa perluasan MBG dirancang untuk memberikan manfaat secara tepat sasaran sekaligus memperkuat intervensi gizi pada wilayah yang memiliki kebutuhan besar.
Kehadiran MBG di Papua memiliki arti strategis karena pemenuhan gizi merupakan bagian penting dalam pembangunan generasi masa depan. Anak-anak yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal dan mengikuti proses pendidikan dengan baik. Karena itu, program pemenuhan gizi dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.