PAPUA — Sejumlah tokoh Papua mengingatkan masyarakat agar mewaspadai narasi yang disampaikan kelompok United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), terutama menjelang rencana pelaksanaan upacara rekonsiliasi di Port Vila, Vanuatu, pada November 2026. Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang berpotensi memicu perbedaan dan mengganggu persatuan di Papua.
Rencana kegiatan tersebut dikaitkan dengan pertemuan International Parliament for West Papua (IPWP) dan disebut melibatkan sejumlah pihak di Vanuatu, antara lain Berghof Foundation, Pacific Conference of Churches, Malvatumauri National Council of Chiefs, serta Vanuatu National Council of Women. Pemerintah Vanuatu disebut akan menjadi tuan rumah agenda yang berkaitan dengan upaya menyatukan suara masyarakat West Papua.
Tokoh pemuda Papua Max Abner Ohee mengatakan masyarakat perlu mencermati setiap narasi mengenai Papua dan tidak serta-merta menganggap pandangan kelompok tertentu sebagai representasi seluruh masyarakat Papua. Ia menegaskan bahwa status Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki dasar hukum dan sejarah yang jelas.