Dari perspektif pendidikan, Pakar Pendidikan dan Konsultan Karier Ina Liem menilai Sekolah Rakyat dapat membantu anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem terhindar dari risiko eksploitasi serta lingkungan sosial yang membahayakan, ia menyoroti kerentanan anak yang setelah pulang sekolah reguler harus bekerja atau mengemis. Pendekatan pembelajaran yang memperhatikan kondisi dan minat anak ini tentu dapat mendukung perkembangan literasi, karakter, serta kemampuan berkomunikasi.
Penguatan ini sejalan dengan agenda pemerintah memperluas kesempatan pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Sekolah Rakyat tidak hanya dituntut menghadirkan ruang belajar, tetapi juga memastikan peserta didik memperoleh pengasuhan, perlindungan, dan dukungan untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja. Karena itu, evaluasi berkala atas kualitas pembelajaran, kondisi asrama, tenaga pendidik, dan penyelesaian pengaduan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan program.
Selain itu, pelibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam menjaga kualitas layanan. Orang tua dan warga dapat menyampaikan informasi mengenai kondisi sekolah tanpa harus menunggu persoalan berkembang. Masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Kemensos untuk memperbaiki pola pengasuhan, fasilitas, dan koordinasi antarpihak. Dengan komunikasi yang terjaga, pengawasan menjadi tanggung jawab bersama demi memastikan setiap anak memperoleh lingkungan belajar yang aman dan mendukung.
Sistem pelaporan terpadu memberi makna lebih luas bagi kehadiran negara dalam pendidikan, bukan hanya membuka pintu sekolah, tetapi juga menyediakan jalan bagi anak untuk meminta perlindungan. Jika setiap laporan ditangani secara cepat, aman, dan bertanggung jawab, Sekolah Rakyat dapat berkembang menjadi lingkungan belajar yang semakin dipercaya keluarga. Penguatan mekanisme ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk memastikan hak anak atas pendidikan dan rasa aman berjalan beriringan, sebagai fondasi bagi masa depan yang lebih setara.