Jakarta – Pemerintah meningkatkan pengawasan dan pendampingan siswa Sekolah Rakyat menyusul insiden yang melibatkan peserta didik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan Mamuju. Upaya tersebut dilakukan melalui rehabilitasi, pemulihan psikososial, serta perbaikan sistem pengasuhan guna melindungi siswa dan mencegah kejadian serupa terulang. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan, pemulihan, dan masa depan anak harus menjadi prioritas dalam setiap penyelesaian masalah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa Kemensos berupaya menemukan penyelesaian terbaik bagi siswa yang terlibat. Peristiwa tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pengawasan dan pendampingan di lingkungan sekolah berasrama.
“Kami tidak akan membiarkan persoalan ini begitu saja. Kami akan mencari solusi terbaik, sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, Kemensos telah menjalin komunikasi dengan orangtua siswa guna menentukan langkah penanganan yang sesuai. Selain menyelesaikan persoalan, pemerintah juga memperhatikan kondisi psikologis anak agar mereka dapat kembali mengikuti pembelajaran secara optimal.