Ia menilai, apabila Tripalawa hendak dijadikan salah satu program unggulan daerah, maka implementasinya harus benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari konsep maupun dokumen perencanaan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah masyarakat merasakan perubahan setelah program tersebut dilaksanakan.
“Jangan membangun program hanya karena program itu terlihat bagus di atas kertas. Bangunlah program yang ketika selesai, masyarakat dapat berkata: ini benar-benar membantu kami,” kata Joni.
Populasi Sapi Alor Timur Perlu Dijaga
Selain pertanian, Joni memberikan perhatian khusus terhadap sektor peternakan, terutama komoditas sapi.
Ia mengatakan, wilayah Alor Timur selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki peran dalam penyediaan ternak sapi untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Alor.
Sapi tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan berbagai kebutuhan sosial dan kegiatan masyarakat.
Namun, menurut Joni, apabila pengeluaran ternak terus berlangsung tanpa diimbangi dengan program pengembangan populasi yang memadai, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam jangka panjang.
Ia mengingatkan bahwa penurunan populasi ternak dapat berdampak terhadap ketersediaan daging dan perekonomian masyarakat.
“Kalau ternak terus keluar sementara pengembangan populasinya tidak mendapat dukungan yang memadai, maka kita harus memikirkan dampaknya untuk beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Joni menilai pemerintah tidak boleh menunggu sampai terjadi kelangkaan ternak baru kemudian mengambil langkah.
Program pengembangan peternakan, kata dia, harus dirancang secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan bibit, peningkatan populasi, pakan, pelayanan kesehatan hewan, pendampingan peternak hingga sistem pemasaran.
Hal yang sama, menurut dia, perlu diterapkan pada komoditas peternakan lainnya, termasuk babi.
“Bantuan bibit saja tidak cukup. Peternak membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari bibit, pakan, kesehatan hewan, pendampingan sampai pemasaran,” jelasnya.
Joni juga mengingatkan jajaran birokrasi agar mengubah paradigma dalam melihat keberhasilan sebuah program pemerintah.
Menurut dia, anggaran pemerintah bukan milik perangkat daerah, program pemerintah bukan milik pejabat, dan bantuan pemerintah bukan merupakan hadiah pribadi kepada masyarakat.
Seluruhnya merupakan amanah yang harus dikelola untuk kepentingan masyarakat.
“Anggaran pemerintah bukan milik dinas. Program pemerintah bukan milik pejabat. Bantuan pemerintah bukan hadiah pribadi. Semuanya adalah amanah untuk masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta agar kebijakan pembangunan tidak semata-mata didasarkan pada program yang mudah dianggarkan atau mudah dilaporkan, tetapi harus mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat serta dampak jangka panjangnya.
Menurut Joni, ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya seberapa banyak program yang dibuat, berapa besar anggaran yang terserap, atau berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan.
“Ukuran keberhasilannya adalah berapa banyak kehidupan masyarakat yang berubah menjadi lebih baik,” katanya.
