KALABAHI, WARTAALOR.COM — Anggota DPRD Kabupaten Alor dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Joni Tulimau, S.E., M.Si menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
Menurut Joni, pertanian dan peternakan merupakan sektor strategis yang berkaitan langsung dengan kehidupan, ketahanan pangan, serta perekonomian masyarakat. Karena itu, pembangunan di kedua sektor tersebut membutuhkan keberpihakan pemerintah yang diwujudkan melalui kebijakan, anggaran, infrastruktur, serta program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Joni menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun maupun besarnya anggaran yang direalisasikan. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap infrastruktur dan program pemerintah benar-benar berfungsi dan memberikan dampak bagi petani dan peternak.
“Pemerintah harus memastikan seluruh program yang dibangun benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Jangan sampai pembangunan hanya selesai secara fisik, tetapi persoalan masyarakat tetap tidak terselesaikan,” ujar Joni.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Joni adalah pembangunan infrastruktur pertanian, khususnya embung dan jaringan irigasi.
Ia menyebut, di sejumlah wilayah di Kabupaten Alor telah dibangun embung dan saluran sekunder. Namun, menurut dia, masih terdapat infrastruktur yang belum didukung jaringan saluran primer maupun tersier yang memadai.
Bahkan, kata Joni, terdapat embung yang telah dibangun tetapi belum memiliki jaringan irigasi yang mampu mengalirkan air secara optimal hingga ke lahan persawahan masyarakat.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi serius pemerintah daerah, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Untuk apa infrastruktur dibangun jika air tidak sampai ke sawah?” tegasnya.
Menurut Joni, pembangunan sistem irigasi harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial. Pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap seluruh kawasan persawahan, mengidentifikasi sumber air, menghitung kebutuhan air pertanian, serta merancang jaringan irigasi dari sumber air hingga ke lahan petani.
Ia menilai, pendekatan tersebut penting agar pembangunan infrastruktur pertanian tidak berhenti pada pembangunan embung atau saluran tertentu, tetapi membentuk satu sistem yang benar-benar mampu mendukung kegiatan produksi pertanian secara berkelanjutan.
Persoalan ketersediaan air semakin terasa ketika memasuki musim kemarau. Sejumlah kawasan persawahan menghadapi ancaman kekeringan yang dapat berdampak langsung terhadap produktivitas petani.
Joni mengakui bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya, termasuk penyediaan sumur bor. Namun, menurut dia, kapasitas sumur bor tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan air pertanian dalam skala luas.
Karena itu, penyediaan air pertanian harus ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan jangka panjang.
Pemerintah, kata dia, perlu memiliki data yang jelas mengenai luas lahan pertanian, kebutuhan air, sumber-sumber air potensial, serta kondisi jaringan irigasi yang sudah tersedia.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar pembangunan satu per satu, tetapi sistem irigasi yang utuh, terintegrasi dan berkelanjutan,” katanya.
Selain persoalan air, Joni juga mendorong pemerintah mempercepat modernisasi pertanian di Kabupaten Alor.
Menurut dia, petani membutuhkan dukungan peralatan pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Sejumlah alat yang dinilai penting antara lain traktor roda empat, traktor roda dua, mesin panen, mesin perontok padi, hingga mesin penggilingan.
Penggunaan alat dan mesin pertanian, lanjutnya, bukan sekadar persoalan modernisasi, tetapi bagian dari upaya mengurangi beban kerja petani, mempercepat proses produksi, menekan biaya, serta meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
“Petani membutuhkan alat yang dapat membantu mereka bekerja lebih cepat, efisien dan produktif. Pemerintah harus melihat kebutuhan itu sebagai bagian dari pembangunan pertanian,” ujarnya.
Tripalawa Harus Menyentuh Kebutuhan Masyarakat
Joni yang merupakan Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Alor ini juga menyinggung program Tripalawa yang mencakup sektor pertanian, perikanan dan pariwisata.
