Kalabahi, wartaalor.com – Warga Desa Adang Bu’Om Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor, NTT, menyelenggarakan Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80. Kegiatan digelar selama dua hari, yakni tanggal 15-16 Agustus 2025. Sedangkan malam puncak perayaan sekaligus penutupan dilaksanakan tanggal 17 Agustus sore, seusai upacara penurunan bendera merah putih.
Melalui momen tersebut, warga yang terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak tumpah ruah merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan.
Berbagai lomba digelar untuk memeriahkan suasana, mulai dari lomba mewarnai dan balap kelereng untuk anak-anak TK dan SD. Sementara jenis lomba untuk umum yaitu lomba tes kebangsaan, permainan kerukunan, balap sarung tenun, lomba teks proklamasi, estafet tepung, estafet air dan lomba tangkap lele.
Kegiatan yang didukung oleh Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, Merlinda Yeanny Rosanty Maro, dan BNI 46 Kalabahi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin merasakan suasana kebersamaan di momen peringatan hari kemerdekaan.
Ifat, salah seorang anak yang mengikuti lomba, kepada wartawan menuturkan dirinya sangat senang dan antusias. Sebab kegiatan semacam ini jarang dilakukan, sehingga ia bersama teman-temannya mengikuti perlombaan yang disiapkan panitia dengan penuh semangat.
“Saya senang karena bisa asyik bermain bersama teman-teman, ramai, soalnya dapat hadiah juga,” ucap Ifat dengan wajah gembira disela-sela acara yang sukses terlaksana atas ide Roni Modu selaku Ketua Generasi Biru JSL Desa Adang Bu’Om itu.
Nama-nama Peserta Juara
Setelah melalui rangkaian pertandingan yang berlangsung penuh persaudaraan, sesuai tema yang diusung yakni Merdeka Itu Rukun, Bahagia Itu Bersama, panitia kemudian mengumumkan para juara dengan berbagai jenis lomba dan kategori sebagai berikut:
Juara mewarnai kategori anak TK dengan tema kemerdekaan; juara 1 Nona Modu, juara 2 Sandi Dael, juara 3 Sharil Blegur, harapan 1 Jitro Adang, harapan 2 Cici Bunga, harapan 3 Mex Oil, favorit 1 Aprilio Laa, dan favorit 2 Joshua Djaha.
Lomba Balap Kelereng kategori anak SD; juara 1 Ruben Bunga, juara 2 Nina Modu, juara 3 Ayu Gunawan, harapan 1 Setia Kay, harapan 2 Nona Gorang, harapan 3 / favorit Yeni Gorang, juara konsistensi Halena Peni.
Lomba Tes Kebangsaan; juara 1 Kesya Bunga, juara 2 Wahyu Bunga, juara 3 Adil Bunga. Lomba Balap Sarung Tenun – Kategori Remaja Putri, Pemudi dan Mama-mama yakni juara 1 Yohana Adam, juara 2 Erni Laan, juara 3 Ina Meda. Juara favorit 1 Mike Laa, favorit 2 Mini Adang dan juara favorit 3 Ida Laka.
Lomba Teks Proklamasi Kategori SMP dan SMA; juara 1 Jovin Pering, juara 2 Novita Toon dan juara 3 Ifatul Inang Manibuka. Lomba Estafet Air Beregu Campuran; juara 1 kelompok Willy Lauberi dan kawan kawan , juara 2 kelompok Jusup Oil dan kawan kawan, juara 3 kelompok Dalila Toon dan kawan kawan.
Lomba Estafet Tepung Kategori Beregu Campuran; juara 1 kelompok Noni Banunu dan kawan kawan, juara 2 kelompok Osa dan kawan kawan, juara 3 kelompok Adil Bunga dan kawan kawan. Lomba Tangkap Ikan Lele – Umum; juara 1 Moses L, juara 2 Belian Duka, juara 3 Welem Duka.
Ketua Panitia Pelaksana, Roni Modu dalam sambutannya di malam puncak kegiatan mengatakan, malam ini bukan sekedar tradisi atau perayaan semata. Melainkan malam ini adalah momen hening cipta dan refleksi untuk kembali menengok ke belakang, menelusuri jejak-jejak perjuangan para pahlawan kita yang rela berkorban demi kemerdekaan.
“Kita semua tahu, kemerdekaan yang kita nikmati saat ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan yang panjang, berdarah, dan penuh pengorbanan serta doa dan air mata”, ujar Roni Modu.
Dia mengajak kita semua, untuk sejenak membayangkan betapa pahitnya di tengah gelapnya malam, para pejuang kita harus bersembunyi di hutan, menahan lapar, dan terus berjuang melawan penjajah. Mereka tidak hanya berjuang dengan bambu runcing, tetapi juga dengan tekad dan keyakinan yang kuat.
“Mereka berasal dari berbagai suku, agama, dan latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu cita-cita: Indonesia Merdeka”, pungkas Roni Modu.
Roni yang juga pengurus DPRt Partai NasDem Desa Adang Bu’Om ini menginspirasi Bung Tomo dengan pidatonya yang membakar semangat ketika di Surabaya. Begitu pula Jenderal Soedirman yang bergerilya meski dalam keadaan sakit, dan ribuan pahlawan tanpa nama lainnya yang gugur di medan perang, semua mereka adalah bagian dari sejarah bangsa ini.
“Mereka adalah contoh nyata dari arti pengorbanan dan persatuan,” tandas Roni.
Roni menyampaikan bahwa melalui momen perayaan seperti ini adalah cara kita untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa mereka. Ini adalah pengingat bagi kita semua, bahwa semangat gotong royong dan persatuan yang mereka miliki harus terus kita jaga.
“Mari kita jadikan semangat itu sebagai landasan untuk membangun lingkungan kita. Jika para pahlawan bersatu untuk merebut kemerdekaan, maka kita pun harus bersatu
untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif,” ujarnya.
“Sebagai ketua panitia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras dan partisipasi Bapa Mama, kakak dan adik semua. Terima kasih sudah membantu mempersiapkan acara ini, dari mulai dekorasi, perlombaan, hingga acara hiburan,” ujar Roni menambahkan.
Tidak lupa, Roni Modu juga menyampaikan terima kasih kepada mama – mama yang sudah mendukung acara ini dengan berjualan di sekitar lokasi kegiatan, sehingga semarak perayaan HUT RI ke 80 tiga hari ini sungguh mencerminkan rukun dan bahagia dalam balutan kebersamaan sesuai dengan Tema kita Merdeka itu Rukun, Bahagia itu Bersama.
“Terima kasih untuk Bunda Julie Sutrisno Laiskodat. Terima kasih untuk Mama Merlinda Yeanny Rosanty Maro. Terima kasih untuk Bank BNI 46 Kalabahi. Terima kasih untuk keluarga Kakak Gustaf yang telah memberikan ijin bagi kami untuk menggunakan halaman rumahnya. Terima kasih untuk Bapak Guru Jubair Manibuka yang telah berkenan memberikan waktu dan pikiran serta tenaga untuk menjadi juri dalam perlombaan yang kita selenggarakan selama 2 hari,” ujarnya.
Ucapan terima kasih yang sama juga untuk Kakak Kasmad Bungah, Hans, Valen, Noni dan semua yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.
“Terima kasih untuk semua keluarga di sekitar lokasi ini yang sudah membuat lokasi lomba kita menjadi terang. Terima kasih untuk semua Bapa Mama Kakak Adik yang sudah terlibat dalam memeriahkan kegiatan kita tahun ini. Akhir kata, mari kita nikmati malam ini dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Selamat bagi semua peserta dan pemenang”, ucap Roni Modu sembari menambahkan, semoga kebersamaan kita malam ini menjadi kenangan yang hangat, sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus menjaga persatuan dan membangun lingkungan yang lebih baik. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 80, Merdeka. ***(joka)
